lemondial-business-school

Membangun Kampus Bebas Kekerasan, Lemondial Business School Gelar Sosialisasi Satgas PPKPT dan Aplikasi CRS

Jumat, 08 Agustus 2025 | 11:19 WIB




Sosialisasi Satuan Tugas Penanganan dan Pencegahan Kekerasan di lingkungan Perguruan Tinggi (PPKPT).

JAKARTA -- Menindaklanjuti seruan pemerintah terkait penanganan kekerasan di lingkungan kampus, Sekolah Tinggi Manajemen Pariwisata dan Logistik Lentera Mondial melaksanakan kegiatan sosialisasi Satuan Tugas Penanganan dan Pencegahan Kekerasan di lingkungan Perguruan Tinggi (PPKPT) pada Kamis (7/8) pagi.

Kegiatan ini bertujuan untuk menegaskan komitmen kampus dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan bebas dari tindak kekerasan.

Pada sosialisasi ini, peserta mendapatkan pemaparan mengenai enam bentuk kekerasan yang kerap terjadi di lingkungan perguruan tinggi.

Bentuk kekerasan tersebut meliputi: 

  1. Kekerasan Fisik (tindakan menyakiti tubuh secara langsung)
  2. Kekerasan Psikis (perlakuan yang menyebabkan tekanan mental atau emosional)
  3. Perundungan (bullying dalam berbagai bentuk)
  4. Kekerasan Seksual (tindakan asusila atau pelecehan seksual)
  5. Diskriminasi dan Intoleransi (perlakuan tidak adil atas dasar perbedaan SARA, gender, atau latar belakang)
  6. Kebijakan yang Mengandung Kekerasan (aturan atau keputusan yang memicu ketidakadilan atau pelanggaran hak di lingkungan kampus)

Setiap bentuk kekerasan dibahas secara rinci agar seluruh warga kampus memahami definisi, contoh, dan langkah pencegahannya.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan seluruh warga kampus semakin memahami pentingnya pencegahan kekerasan serta aktif mendukung terwujudnya lingkungan perkuliahan yang kondusif, aman, dan inklusif.

Kampus juga berharap seluruh peserta dapat menjadi agen perubahan dalam mewujudkan perguruan tinggi yang bebas dari segala bentuk kekerasan.

Acara sosialisasi dihadiri oleh dosen, tenaga pendidik, serta mahasiswa dan mahasiswi di dari empat Program Studi di Sekolah Tinggi Manajemen Pariwisata dan Logistik Lentera Mondial.

Kehadiran seluruh unsur kampus ini menjadi bukti pentingnya kolaborasi lintas elemen demi menciptakan suasana kampus yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan.

Pada sesi pembukaan, Ketua Satgas PPKPT LBS Laurensius Reinald Dianisilves Due, S.Pd., M.Pd menegaskan bahwa pembentukan satgas ini adalah implementasi dari Permendikbud Nomor 55 Tahun 2024 terkait Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi.

“Kami ingin memastikan setiap warga kampus terlindungi, dan kasus-kasus kekerasan dapat dicegah serta ditangani dengan profesional dan manusiawi,” ujarnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan mengenai tugas, fungsi, dan mekanisme aplikasi pelaporan Crisis Response System (CRS) sebagai platform pelaporan dan penanganan kasus kekerasan yang melibatkan Satgas PPKPT.

Keberadaan aplikasi CRS sangat penting untuk memastikan tindak lanjut laporan kekerasan berjalan cepat, transparan, dan aman.

Aplikasi CRS tidak hanya diperuntukkan bagi satgas, melainkan untuk seluruh warga kampus. Fitur pemantauan status kasus yang tersedia dalam aplikasi ini akan memberikan rasa keadilan bagi pelapor karena mereka dapat melihat sejauh mana laporan yang mereka proses.

Dengan hadirnya Aplikasi CRS, setiap kampus diharapkan mampu menciptakan ruang belajar yang benar-benar aman dan nyaman bagi seluruh mahasiswanya.

Peserta juga diberi kesempatan berdiskusi serta bertanya langsung tentang isu-isu yang relevan.  Antusiasme peserta tampak dari banyaknya pertanyaan dan tanggapan yang disampaikan selama acara berlangsung.

Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan seluruh civitas akademika STIMPAL Lentera Mondial semakin memahami peran penting satgas dalam menciptakan lingkungan kampus yang inklusif dan bebas dari kekerasan.

Kampus menargetkan agar ke depannya, seluruh elemen kampus mampu menjadi agen perubahan dan pelopor pencegahan kekerasan di dunia pendidikan tinggi.*